sponsor

Padang TIME.com-Elon Musk, mendirikan pabrik raksasa Tesla di Tiongkok untuk melokalkan produksinya di pasar otomotif terbesar dunia dengan nilai investasi sebesar 50 miliar yuan atau sekitar Rp99,3 triliun.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Dalam ekspansinya, Tesla berencana menyerbu pasar Tiongkok dengan harga yang tidak jauh lebih tinggi daripada pabrikan lokal seperti NIO Inc. dan Xpeng Motors, dan jauh di bawah produksi raksasa global seperti BMW AG dan Daimler AG.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Meski terjadi perang dagang dengan AS, penjualan mobil listrik atau energi baru mengalami penguatan di China saat pemerintah berupaya beralih dari mobil berbahan bakar fosil. “Shanghai Giga akan memproduksi versi terjangkau Model 3/Y untuk China. Semua Model S/X dan lebih tinggi dari versi Model 3/Y masih dibuat di AS untuk pasar WW, termasuk China,” dikutip dari tweet Musk yang menyebut pasar dunia secara luas dengan singkatan WW.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Strategi yang ditempuh Tesla adalah mendapatkan uang dengan menjual saham di Wall Street. Namun, optimisme tetap melekat pada Tesla seiring hadirnya Model 3. “Kita dalam posisi kuat untuk meningkatkan kompetisi di mobil listrik,” demikian keterangan Tesla dilansir CNN.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Awal tahun ini, Tesla memotong harga mobilnya USD2.000 untuk memerangi pemotongan pajak federal bagi pembelinya. Itu disebabkan pada Juli lalu, Tesla menjadi produsen mobil pertama yang memproduksi lebih dari 200.000 mobil listrik.

Sebelum pemotongan harga, pembeli Tesla harus membayar pajak USD7.500 untuk membeli mobil listrik. Setelah adanya kebijakan penurunan harga, pembeli Tesla hanya membayar pajak kredit USD3.750 dalam enam bulan.

Balang

 hubungi saya untuk pendaftaran  atau hal penting lainnya

Telepon: 081275511555 / 081371195735




LEAVE A REPLY