Anggota DPRD Padang: Kadis mengawasi kinerja dari Kontraktor yang lakukan Proyek

558

PadangTIME.com -Semakin dekat waktu tahun anggaran 2019 sejumlah proyek pembangunan di Kota Padang baik drainase hingga pedestrian kawasan wisata di kota Padang yang digelontorkan dari APBD terlihat diselesaikan dengan cepat dan terkesan terburu-buru. Hal ini harus menjadi perhatian berbagai pihak.
Helmi Moesim Anggota DPRD Padang minta Kadis dan Kabid-kabid untuk menjaga dan mengawasi kinerja dari Kontraktor yng melaksanakan proyek. Untuk menghindari penyimpangan dan menjaga kualitas, serta mutu pengerjaan proyek pembangunan maka perlu dilakukan pengawasan secara ketat oleh seluruh OPD.

“Saya minta OPD terkait untuk mengawasi secara ketat, jangan karena waktu yang singkat pengawasan jadi lengah dan jangan sam[pai mau diakali oleh kontraktor,” kata anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim yang kembali duduk melalui Partai Berkarya periode 2019-2024. Seluruh pelaksanaan proyek di Kota Padang tahun 2019 diharapkan bisa berjalan sesuai ketentuan.

“DPRD siap mengawal proyek-proyek pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor agar proyek tersebut tuntas sesuai target,” tegas Helmi. Sesuai dengan salah satu fungsinya yaitu pengawasan, DPRD Padang mengingatkan kepada OPD terkait betul-betul melakukan pengawasan terhadap jangka waktu pelaksanaan yang diberikan kepada pihak ketiga agar memperhatikan mutu kualitasnya,” kata Helmi Moesim, Selasa ( 26/11).Dengan pengawasan yang ketat, maka hasil pengerjaan akan sesuai dengan perencanaan, selain itu juga seluruh dinas wajib memastikan seluruh pengerjaan berjalan dengan maksimal sehingga tidak ada anggaran yang percuma

“Kita DPRD juga siap mengawal proyek-proyek pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor agar proyek tersebut tuntas sesuai target,” ujarnya.Lebihlanjut disampaikan, DPRD mengingatkan apalagi jelang akhir tahun, kepada sejumlah rekanan agar bekerja secara profesional, serta memperhatikan jadwalnya,”katanya.

Yang sangat ditakutkan karena sudah diujung tahun, pengerjaan pembangunan di Kota Padang dikebut berdampak kepada kualitas yang tak maksimal sehingga sangat merugikan pemerintah maupun masyarakat.“Jangan sampai karena kejar target di akhir tahun, baru kontraktor kebut-kebut pengerjaannya sehingga kualitasnya asal-asalan.Kalau berdampak pada kualitas, kita asumsikan misalnya punya target yang bisa bertahan selama 10 tahun maka akan menjadi 3 tahun, inikan tak maksimal hasilnya,” ucapnyaUntuk itu kontraktor harus menghasilkan mutu proyek yang bagus, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam waktu yang lama. Dan dalam hal ini masyarakat juga ikut aktif memperhatikan pelaksanaan proyek pembangunan di Kota ini.

Saat ini nampak sejumlah proyek pembangunan pada Tahun Anggaran 2019 di Kota Padang telah dikerjakan. Sebut saja pedestrian kawasan Batang Arau, Pantai Padang, pengerjaan trotoar hingga pembangunan drainase. Hingga kini, sejumlah proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan tuntas akhir tahun(.

Balang

LEAVE A REPLY