2 Pengedar Narkoba Di Kec. Harau Ditangkap Satresnarkoba Polda Sumbar

2489

PadangTIME.com – Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) kembali meringkus bandar narkoba jenis sabu di Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam penangkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka di lokasi yang berbeda di daerah itu.

Wakil Direktur Ditresnarkoba, Polda Sumbar, AKBP Rudy Yulianto, yang didampingi Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi, dalam keterangan persnya, Senin (11/2/2019) menyampaiakan, bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka bandar narkoba di jalan Raya Tanjung Pati, Kecamatan Harau, atau tepatnya di depan Kantor Bupati 50 Kota, pada Jumat (6/2/2019).

“Dalam penangkapan tersebut kita behasil mengamankan tersangka pertama dengan inisial NH, pekerjaaan pedagang Sapi, kemudian dalam penggeledahan kita dapat menyita dari pelaku barang bukti satu paket diduga narkotika jenis Sabu dalam sebuah kotak rokok dengan berat 4,8 gram,” ungkap Rudy.

Rudy menjelaskan, penangkapan pelaku tersebut berawal dari informasi masyarakat, bahwah akan ada transasaksi narkoba di daerah tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan barulah kita bisa menangkap pelaku NH tersebut.

Kemudian kata Rudy, setelah penangkapan NH, pihaknya melakukan pengembangan terhadap pelaku lain, dari hasil penyelidikan, Polisi berhasil mengamankan seorang pelaku lain yang merupakan Bandar besar di kabupaten Limapuluh Kota tersebut.

“Setelah dilakukan pengembangan, kita berhasil menangkap pelaku lain yakni dengan inisial DS, di sebuah rumah kontrakan, Perumahan Bhayangkara Bukit Asri, Sari Lamak, 50 Kota. Dari tersangka DS ini, kita berhasil mengamankan lima paket diduga sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik, setelah ditimbang dengan berat 219,91 gram atau sekitar dua ons lebih,” jelas Rudy.

Rudy mengatakan, tidak hanya sabu-sabu, dari pelaku DS polisi juga menemukan senjata api rakitan jenis Pistol dengan 9 butir peluru aktif pada diri tersangka, dan juga sejumlah barang bukti lainnya, seperti timbangan digital, 2 HP.

Rudy menjelaskan, kedua tersangka yang diamankan ini juga merupakan seorang resedivis dengan kasus yang sama, dan untuk DS ia juga mantan seorang anggota TNI yang telah dipecat secara tidak hormat pada tahun 2016 karena tesangkut dengan kasus Narkoba.

“Atas perbuatan tersangka ini, mereka disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1). Kemudian Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Undang undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati,” pungkasnya. (tn)

LEAVE A REPLY