1.000 Santri Meriahkan Porsadin Kota Solok

5474
sponsor

Padang TIME, com – Solok Kota– Kota Solok kembali menyelenggarakan Pekan Olah Raga Dan Seni Antar Santri Diniyah Takmiliyah (Porsadin) Tahun 2019 antar MDTA se kota Solok.

Pesta olahraga dan seni antar para santri se kota solok ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM di Masjid Agung Almukhsinin, Sabtu 23/2.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Solok Heppy Dharmawan, perwakilan Kakan Kemenag Kota Solok, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Solok Afrizul, Kepala KUA se Kota Solok, Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se Kota Solok, serta para santri Kota Solok.

Dalam laporannya ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kota Solok menyebutkan, bahwa pekan olahraga dan seni ini sudah yang ke empat kalinya digelar dikota solok. Adapun peserta kegiatan Porsadin ini terdiri dari para santri di seluruh MDTA yang ada di Kota Solok, dengan jumlah lebih dari 1000 santri.

Afrizul bersyukur dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kota Solok yang telah menganggarkan dana untuk susksenya pelaksanaan Porsadin Kota Solok, bahkan sampai pada Porsadin tingkat Nasional. “Kota Solok satu-satunya daerah melaksanakan porsadin yang difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Adapun cabang yang dipertandingkan pada Porsadin kali ini ialah 4 cabang olahraga, dan 9 cabang bidang keagamaan.

Sementara itu, Wawako Reinier dalam sambutannya mengucapkan selamat bertanding bagi para peserta Porsadin Kota Solok. “Bertandinglah dengan menjunjung tinggi semangat dan jiwa sportifitas.”

Pemerintah Kota Solok mengaku tidak bisa melakukan pembangunan dari satu sisi saja, ungkap Wawako. akan tetapi program yang sudah direncanakan pemerintah akan berjalan sukses jika ada dukungan penuh dari seluruh guru dan para orang tua. Oleh karena itu, Potensi luar biasa di MDTA harus kita kembangkan guna suksesnya Kota Solok kedepannya.

“Kami akui, sangat tinggi dan besar harapan Pemko Solok kepada pendidikan di pesantren dan MDTA. Pendidikan berbasis keagamaan diharapkan dapat menjadi contoh berprilaku baik bagi masyarakat,” agar terwujudnya kota Solok serambi Madinah.

Wawako juga berharap, pondok pesantren dan MDTA hendaknya mampu menjadi penyeimbang perilaku negatif yang banyak terjadi di kalangan generasi muda, agar kedepannya para generasi muda tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh guru MDTA yang telah mendidik anak kita dengan baik, agar nantinya para generasi muda Kota Solok siap menjadi pengganti tampuk pimpinan kita di masa yang akan datang,” tutup Wawako. (Willy aulia)

Balang

LEAVE A REPLY